Sungguh pelik Ibu Pertiwi kini
Merintih perih anak cucu sendiri
Menangis ringis menahan duri
Bertanya diri akankah Kau mengerti
Satu hal yang sangat dibenci
Hanya sekedar pemandangan sehari-hari
Memakan apapun demi kepentingan sendiri
Hak yang tak pernah Ia miliki
Lihatlah rakyat jelata
Yang selalu Kau tipu tanpa lawan upaya
Tercerca aroma hampa kian merajalela
Dibuai lidahnya tanpa ada gerakan nyata
Inginku tembus batas khayal
Menelusuri rumitnya alam kehidupan
Akanku hantam tembok besar sirkus-tikus liar
Merasakan dentuman nadi kehidupan-membawa perubahan
"dewasa, jadilah lebih bermakna"