Selasa, 20 Oktober 2009

Logaritma Negeriku

Lorong jalan pohon asam
Garang disiang kejam dimalam
Rintihan tinggi tak angkat kaki
Tangisnya menusuk dalam rusuk
Mabukan resah diantara lubuk

Lantaran era menjajah bawah
Orang lagi tak kenal kawan
Genggam harta menendang nyawa
Ambisi melayang diatas surga

Rencana tak lagi jalan
Iman menari diatas metromini
Tangan kini tak nampak gelap
Mengepal tanpa alasan pasti

Kamis, 03 September 2009

Hari Pelajar

Ku bangga
Hari ini hati ini bernyanyi

Ku tersenyum
Siang pulang sekolah melangkah pulang

Hari dimana terasa berat sekali
Tapi ringan di hati
Saat mentari sembunyi
Malu di balik awan kelabu

Seorang pelajar pulang dengan hati besar
Teringat perjuangan di sekolah...belajar

Tapi belajar penuh sukar dan peluh
Seperti ulangan tanpa arti
Hanya bisa menyontek suatu kali
Hariku...
Tapi belajar harus semangat dan optimis
Saat teringat semua rumus dan tanpa mengemis
Hariku...

Terkadang sekolah itu menjengkelkan
Tapi berteman disana menyenangkan
Terkadang sekolah itu menyibukkan
Tapi belajar disana meringankan beban
Terkadang sekolah itu melelahkan
Tapi tertawa bersama teman adalah suatu keajaiban

Dan bersama teman membuat kita paham akan jalan kebenaran

Hariku...
Hari berganti hari, hati berganti hati
Kulalui sebagaimana pena menemani
Pensil memanggil
Dan buku menderu...

Hariku...
Di jalan pulang sekolah kuingat
Hariku sebagai pelajar ditemani sang alam
Penuh dengan kasih dan rahmat Tuhan
Kuberdiri menatap sang awan dan berkata
''Cita kan kukejar kau sampai di batas dunia...!''

31/08/09

Senin, 31 Agustus 2009

Senja Timur

Setelah usai waktu sahur-Mu
Terdengarnya gema dari surau-Mu
Di bulan ridho-Mu ini, pencari-Mu terceletuk
Celetuk rasa rindhu, rasa sayang sangat oleh-Mu

Senja Timur
Dingin embun pagi, tak kuat membendung seribu langkahku
Menuju istana-Mu nan damai penyejuk hati
Hamparan hitam membiru-Mu mengiringi api hati
Menyala untuk berserah pada-Mu

Senja Timur
Dikala terbuai nikmat tersisih
Dikala hentakan kaki saudara berselisih
Diantara dinginnya air hawa-Mu
Diantara ramainya khidmat-Mu

Simpuh Kami sembahkan
Imanlah jadi landasan

Minggu, 30 Agustus 2009

Ksatria - Ksatria (untukmu Dewan Ambalan)

Engkau bagaikan cangkang sebuah telur
Berjuang antara kesetiaan dan pengabdian
Mengerti junjungan amanat dan tanggung jawab

Badai besar, keberanianmu menerpa dengan jiwa jua
Tampak, tak seorang pun, aku, engkau, juga mereka

Yang tak mengerti pengabdian jiwa raga tulus dan ikhlas
Yang bertanya, akankah tenggelam bahtera diatas padang pasir?

Embunan debu dan coretan kusam nan dalam...lukisan pengabdianmu (for mother earth)

Ikrar satyadharma setia tertanam dalam tunas ragamu
Menjadi dasar kekuatan jiwa palapa
Menjadi mercusuar hati yang lara

Bersatu-padu menyongsong masa depan
Bersinar bak kosmos yang mengitari bima sakti
Untukmu ibu pertiwi...

Arti Hidup Dan Teka-teki

Buat hidup arti dari sebuah teka-teki, dimana yang tak pernah tahu masa maya, dimana yang datang sebuah kepastian dan songsong pernyataan-nyata...
Berbuat, berlaku, berhidup demikian menyambut datangnya waktu...
Dan terdengarnya pertanyaan-pertanyaan tentang kematian membuat takut demi-demi seorang...yang tak bisa tergambarkan seperti hitam

Beralunan symponi jalan kehidupan, walaupun cuma berharap akan didengar keberadaannya oleh orang demi orang tapi semua itu palsu, membuat bertambahnya rasa sakit, pilu yang dirasakan karena kepalsuan dunia yang kini dipijaknya dalam-dalam dan sedih dirasakannya...


Membuat arti kesadaran tak ada gunanya...

Sepi

Lunglang-tulangku menggelenggang
Menambah beban-tak bisa direbahkan
Senyum-ria kalut tenggelam diiringi malam kelam

Sepi...
Sunyi-senyat relung jembatan yang menghubungkan hati
Sepi...
Sunyi-senyat tetap dihati

Gemercik dan tawa yang aku nantikan, seakan tak kunjung datang
Apakah ini yang dilukiskan bak duri selembut benang?

Menantikan sesuatu menghidupkan hati ini dalam keterpurukan
Demi sang cita dan cinta
Menjadi kiblat kedua kehidupan
Gelora permadani kebahagiaan yang diharap-perjuangkan

18/06/2008