Minggu, 30 Agustus 2009

Sepi

Lunglang-tulangku menggelenggang
Menambah beban-tak bisa direbahkan
Senyum-ria kalut tenggelam diiringi malam kelam

Sepi...
Sunyi-senyat relung jembatan yang menghubungkan hati
Sepi...
Sunyi-senyat tetap dihati

Gemercik dan tawa yang aku nantikan, seakan tak kunjung datang
Apakah ini yang dilukiskan bak duri selembut benang?

Menantikan sesuatu menghidupkan hati ini dalam keterpurukan
Demi sang cita dan cinta
Menjadi kiblat kedua kehidupan
Gelora permadani kebahagiaan yang diharap-perjuangkan

18/06/2008